window.dataLayer = window.dataLayer || []; function gtag(){dataLayer.push(arguments);} gtag('js', new Date()); gtag('config', 'G-BZ6WM03YKY'); Mencari Kehidupan Dan Hak Pendidikan Untuk Anak Miskin - webazril
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mencari Kehidupan Dan Hak Pendidikan Untuk Anak Miskin

Pendidikan bukan hanya pergi ke sekolah dan mendapatkan gelar Mencari Kehidupan dan Hak Pendidikan Untuk Anak Miskin

Pendidikan bukan cuma pergi ke sekolah dan menerima gelar. Tapi juga soal memperluas wawasan dan menyerap ilmu kehidupan. Itulah kata-kata yang diucapkan oleh Shakuntala Devi seorang penulis asal India, yang dikenali alasannya julukan "manusia komputer". Dari apa yang beliau katakan, dapat digaris bawahi bahwa pendidikan bukan hanya sekedar berangkat sekolah, tetapi juga mencar ilmu untuk mencari ilmu kehidupan. Artinya setiap orang yang hidup didunia ini berhak menerima pendidikan.

Di Indonesia, hak menerima pendidikan dikelola secara tegas dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 ayat 1 dan 2. Tetapi dalam implementasinya, belum siapa saja mampu mendapatkan hak tersebut, khusunya anak miskin. Tidak sedikit anak miskin yang haknya di rampas oleh orang lain. Ada juga para pemegang kebijakan yang memakai jabatannya secara adikara untuk keuntungan pribadinya. Sehingga pada akhirnya bawah umur miskin ini hidupnya kian sulit dan sukar mendapatkan saluran pendidikan.

Cita-cita untuk mencerdaskan bangsa ternyata sungguh sukar untuk dicapai. Sekolah yang semestinya menjadi daerah mencetak generasi unggul untuk bangsa ini dipenuhi dengan bermacam-macam problem. Terutama problem biaya sekolah yang menjadi momok menyeramkan bagi setiap orang. Mungkin bagi anak dengan orangtua yang bisa iuran sekolah bukanlah problem besar, namun bagi anak yang tidak bisa atau bahkan telah tidak memliki orang renta, hal ini adalah persoalan besar.

Kehadiran pemerintah dengan memberikan derma seperti dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Program Indonesia Pintar (PIP) tidak serta-merta mampu menyelesaikan problem. Fakta dilapangan seringkali terdengar adanya penyelewengan dana BOS, bahkan berdasarkan laporan CNBC Indonesia, ada sekitar 2,8 triliun rupiah dana PIP yang salah sasaran. Dimana semestinya PIP disalurkan kepada anak yang tidak bisa, tetapi nyatanya banyak diambil pencuri yang suka menyantap hak orang lain.

Oleh karena itu pemerintah mesti melakukan pengawasan lebih kepada dana BOS semoga dimanfaatkan sekolah sebaik mungkin dan memutuskan PIP tepat target. Sehingga tidak ada lagi biaya suplemen yang dibebankan utamanya terhadap anak tidak bisa. Dengan begitu bawah umur yang tidak mampu mendapatkan hak pendidikannya sehingga dimasa depan mereka dapat hidup dengan layak dan impian untuk mencerdaskan bangsa dapat tercapai.


Sumber https://www.ulya.my.id/

Posting Komentar untuk "Mencari Kehidupan Dan Hak Pendidikan Untuk Anak Miskin"